
Selama abad ke-19 dan ke-20, materialisme ilmiah meraih keunggulan yang menonjol sebagai teori untuk menjelaskan fakta bahwa agama dapat ditemukan dalam sejumlah bentuk di setiap budaya di seluruh dunia. Sudutpandang materialis itu adalah bahwa yang supernatural merupakan imajinasi manusia; yang ada hanya dunia material.
